KBM EFEKTIF

Icon

bLOG TENTANG BELAJAR DAN MEMBANTU ORANG LAIN BELAJAR

Fasilitator kegiatan Belajar Mengajar

Sebagai fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses belajar.  Dalam konteks siswa sebagai subjek belajar, dalam diri guru harus ada jawaban atas pertanyaan ”Apa yang harus dilakukan agar siswa mudah memperlajari bahan ajar sehingga ia dapat mencapai tujuan belajar?”

Menyediakan Media dan Sumber Belajar

Untuk dapat belajar maka siswa harus ”berhubungan” dengan sumber belajar.  Sebagai fasilitator tentu sangat faham, bahwa tersedianya berbagai sumber belajar, media, dan lingkungan yang mendukung dapat memudahkan siswa dalam belajar.  Untuk memudahkan siswa belajar maka tugas fasilitator adalah mengadakan sumber belajar, media belajar, lingkungan yang kondusif.

Menginformasikan

Sebagai fasilitator maka guru harus siap melayani rasa ingin tahu anak yang besar.  Ketika anak membutuhkan jawaban atas pertanyaannya maka seorang fasilitator harus bisa menunjukkan,: sumber informasi yang dapat menjawab pertanyaan siswa; dapat menunjukkan cara memperoleh jawaban; dan bahkan menjadi sumber belajar, guru harus siap menjelaskan, menginformasikan jawaban dengan berusaha melepaskan diri sebagai mengesah mutlak kebenaran simpulan anak, setelah mendapatkan informasi dari guru.

Membimbing

Sebagai fasilitator harus sangat memahami siswa secara individu, karena setiap manusia itu unik.  Di lain pihak harus juga diyakini[1] bahwa setiap siswa memiliki potensi yang besar yang memungkinkannya untuk meraih ketaqwaan.  Seorang guru yang melihat ini akan mencoba membimbing siswa sesuai dengan keunikan dirinya  (gaya belajar, modalitas belajar, kecepatan belajar) sambil meyakini bahwa setiap siswa mampu.  Inilah makna membimbing, yaitu memelihara siswa untuk berproses menggunakan potensi yang dimilikinya sesuai dengan gaya, ritme dan keunikan lainnya dan mempercayainya bahwa ia mampu belajar sampai pada ketaqwaan.

Guru tidak menentukan gaya belajar tertentu yang harus dilakukan siswa. Guru membimbing juga berarti ia berusaha menunjukkan arah, tanpa memaksa bahwa siswa harus menujunya dengan berlari atau dengan berjalan, atau bahkan cara berjalannya ditentukan guru.  Guru hanya menunnjukkan bahwa siswa mampu berjalan dan berlari (kalau memang kenyataannya demikian).

Memberi Contoh

Memberi contoh disini dalam dua konteks.  Yang pertama adalah memberi contoh bagaimana seorang pengemban amanah menjalankan amanahnya.  Di sini maksudnya bukannya seorang guru membuat-buat perilaku tertentu agar dicontoh siswa.  Akan tetapi lebih ke arah guru harus menyadari apapun yang dilakukannya itu dilihat, diamati dan ditiru oleh siswa.  Kedua adalah guru memberi contoh dalam hal menunjukkan bagaimana suatu proses dilakukan.  Misalnya guru memberi contoh cara melempar bola yang benar, lafadz  â yang benar dan sebagainya.


[1] Sebagai contoh adalah eksperimen Pygmalion Efect

Filed under: KBM SD, Prinsip PBM, , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya.

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1&appId=58882599098"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

Belajar Bisnis Online Bersama DBC NETWORK

”klub

Share tulisan, dibayar!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya.