Seorang motivator adalah orang yang menggerakkan siswa/siswa-siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar (yang telah dirancang) atas dasar keinginan siswa sendiri (tujuan dan manfaat kegiatan tersebut benar-benar dirasakan atau diinternalisasi oleh siswa). Dengan demikian siswa mendapat kepuasan dalam dirinya dengan melakukan kegiatan tersebut.
Bila dimisalkan dalam sebuah perusahaan, maka motivator adalah seorang PR (Public relation) dan marketer (sales). Tugas seorang PR adalah meningkatkan citra (image) sebuah perusahaan sehingga masyarakat memberikan kepercayaan pada perusahaan tersebut, dan bahwa PRODUK YANG DIHASILKANNYA BERKUALITAS. Dalam dunia pendidikan, seorang motivator mampu meningkatkan citra dari sekolah: guru, materi, KBM. Sehingga siswa dapat mempercayai sekolah.
Sebagai sales, motivator berusaha memunculkan kebutuhan masyarakat akan produk yang akan ditawarkan, mengenalkan produk (fungsi, kualitas, dsb) dengan berbagai upaya sehingga produk yang ditawarkan laku. Agar KBM laku di anak maka seorang motivator harus mampu memunculkan kebutuhan anak akan KBM yang akan diselenggarakan dan menunjukkan manfaat serta keuntungan memilikinya (mengikutinya), dsb.
Kedua usaha PR dan sales, tidak lain adalah untuk menggerakkan siswa mau ”membeli” KBM yang ditawarkan.
Filed under: KBM SD, Prinsip PBM, fungsi guru, menggerakkan, motivasi



